PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mendorong penambahan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin banyak masyarakat yang bisa menerima manfaat program pemenuhan gizi tersebut. Selain pelajar, sasaran program juga diharapkan menjangkau balita, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia).
Hal itu disampaikan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Abdul Jamal, saat menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Karya Indah, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (14/10/2026).
Abdul Jamal mengatakan, program MBG sudah menjangkau sekolah-sekolah di Pekanbaru. Program ini diharapkan dapat mendukung perbaikan gizi anak-anak sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh manfaatnya.
"Kita berharap secepatnya semua sekolah bisa menerima MBG. Kami masih mendengar ada beberapa sekolah yang belum mendapatkan program ini, tetapi informasinya ada juga yang sedang dalam proses," ujar Abdul Jamal.
Menurutnya, perluasan cakupan MBG perlu terus didorong agar tidak ada sekolah yang tertinggal dalam menerima program tersebut. Pemko Pekanbaru, lanjutnya, siap mendukung pelaksanaan program, termasuk menyampaikan informasi kepada peserta didik.
Ia menilai, perluasan program di Pekanbaru diharapkan dapat berjalan lebih mudah dibandingkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menghadapi berbagai tantangan dalam menjangkau penerima manfaat.
Namun, Abdul Jamal menegaskan, penerima manfaat MBG tidak seharusnya terbatas pada lingkungan sekolah. Kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi, seperti balita, ibu hamil, dan lansia, juga perlu mendapat jangkauan program.
"Jadi, sasarannya tidak hanya sekolah. Di sini juga ada balita, ibu hamil, dan lansia. Mungkin penyalurannya bisa melalui Posyandu," jelasnya.
Karena itu, penambahan dapur SPPG dinilai penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendukung pemerataan penerima manfaat MBG di Kota Pekanbaru.
Peresmian SPPG di Jalan Karya Indah tersebut juga bertepatan dengan peresmian serentak 980 SPPG di seluruh Indonesia secara daring. Peresmian nasional itu dilakukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
Dengan bertambahnya SPPG, Pemko Pekanbaru berharap cakupan program MBG semakin luas sehingga manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat, baik dari kalangan pelajar maupun kelompok sasaran lainnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito mengatakan peresmian tersebut merupakan langkah untuk memperluas pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dari total 980 dapur yang diresmikan di 16 provinsi, Provinsi Riau mendapat alokasi 87 dapur SPPG.
"Dan untuk Provinsi Riau ada 87 dapur," ucapnya.

